Drajad dot Com Blog seorang blogger Indonesia

9Nov/115

30 Tahun Yang Lalu

Selamat pagi..

Mungkin, kau akan bertanya-tanya siapa aku. Wajar saja, kita mungkin dan belum tentu akan bisa bertemu, namun aku tahu semua tentang dirimu. Semuanya, percayalah padaku. Kau mungkin akan penasaran setelah membaca surat ini, tentang aku, tentang apa yg terjadi padaku setelah kau membaca surat ini, tentang apa yg seharusnya kau lakukan setelah membacanya, tentang banyak hal. Jangan bingung, ikuti saja hatimu. Dan dari semua pertanyaan yg ingin kau tanyakan padaku, hanya satu hal yg perlu kau tahu, aku perduli padamu dan aku takkan ada tanpa dirimu.

Kenangan itu rapuh, begitu kata orang di tempatku. Dan memang, dari semua hal yg ku ingat tentangmu, begitu sedikit yang aku bisa tuliskan di sini. Semua kadang tampak kabur, dan kadang tampak cerah. Namun, ingatkah kau dengan impianmu untuk menjadi seorang pianis di kelas 3 SD? Atau menjadi pemain sepak bola ketika kau kelas 6 SD? kau mungkin bertanya-tanya bagaimana aku tahu. Aku semua tentangmu, kawan. Apapun itu. ‘Bagaimana?’ kau mungkin penasaran. Aku akan menjawab namun sebelum kau mengatakan ‘omong kosong’ atau ‘tidak mungkin’, kau harus berjanji untuk percaya apa saja yang akan aku tulis setelah kalimat ini dan terus membaca surat ini. Aku tahu karena aku adalah dirimu 30 tahun ke depan.

Aneh, bukan? Aneh memang rasanya menulis seperti ini. Dan bagimu, mungkin terasa seperti membaca tulisan seorang peramal, atau sekedar pembual. Aku tahu seperti apa dirimu. Realis, namun sedikit pemimpi. Kontradiktif, bukan? Yah, itulah dirimu. Mungkin kau tak pernah sadar, namun itulah yang membuatmu berbeda. Ingatkah saat dirimu ingin menolong anak kucing yang dibuang di tepi jalan karena kasihan? Yang lalu kau urungkan karena kau tak bisa merawatnya dengan baik karena memcari makan untuk diri sendiri saja sulit? Ingatkah di penghujung hari itu kau berbaring dan menangis berdo’a semoga ada yg mengambil dan merawat mereka? itulah dirimu, kawan.

Sebelum aku memberi tahu maksudku menulis surat ini, aku ingin menceritakan keadaanku di sini, masa depan 30 tahun dari saat kau membaca surat ini. Pernahkah kau bermimpi tentang mesin waktu? Atau mobil terbang? Atau tinggal di planet lain dan impian-impian yang berbau fiksi-ilmiah lainnya? Ku harap jiwa pemimpimu sedang bersamamu karena, percaya atau tidak, semua itu dapat kau temukan di sini. Surat ini, sampai ke tanganmu dengan kapsul waktu yang diciptakan bersamaan dengan mesin waktu. Menarik, bukan? Yang harus kau tahu, masa depan sangatlah indah, damai, dan berbeda. Aku tak sanggup menggambarkannya dengan kata-kata. Namun yang jelas, kau harus melihatnya, dan aku yakin kau akan melihatnya. Berusahalah dan berhati-hatilah untuk bisa sampai ke sana. Berjanjilah padaku.

Aku tahu kau seorang yang idealis dan keras kepala. Kau selalu seperti itu. Di umurmu saat ini, wajar kalau kau bersikap seperti itu. Namun, kau akan melangkah menuju dunia yang berbeda, memasuki pintu dengan tulisan ‘kedewasaan’ di depannya. Siapkah kau membuka dan melangkah ke dalamnya? Dunia itu adalah dunia yang berbeda, kawan. Siapkah kau untuk berubah? Maka inilah aku menulis surat untukmu. Agar kau tahu, ada seseorang yang menaruh harapan besar padamu untuk bisa hidup di dunia yang berbeda itu. Aku selalu berharap kita dapat bertemu bila saat itu tiba.

Aku tahu impian terbesarmu saat ini. Kau ingin merubah dunia, ingin menciptakan dunia yang lebih baik. Namun kau juga tahu, satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah menulis. ‘Aku ingin mengubah dunia dengan kata-kata’. Ingatkah kau berkata seperti itu? aku selalu ingin, dan akan terus berharap agar kau memegang teguh kata-kata itu. Ciptakanlah dunia yang lebih baik itu. Demi aku dan orang-orang di sekitarmu, dan bila mungkin, seluruh umat manusia. Jadilah orang yang lebih baik dari dirimu saat ini, ada banyak hal yang bisa kau lakukan. Contohnya, lebihlah terbuka pada orang di sekitarmu, pada dunia sekelilingmu, pada perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dan menderamu (aku tahu betapa bencinya kau pada perubahan). Mulailah dari hal-hal yang kecil, dan tulislah. Tulislah apapun yang ada di kepalamu, jangan biarkan rasa takutmu pada respon orang lain merusak kreasimu. Jadilah lebih percaya diri. Berusahalah lebih keras dari apa yag kau rencanakan 30 tahun ke depan, setidaknya, berusahalah untuk dapat bertemu denganku.

Aku selalu perduli padamu, aku sayang padamu, dan sangat ingin bertemu denganmu. Kau mungkin bertanya ‘kenapa tidak langsung saja kau menemuiku dengan mesin waktu’. Kau sebenarnya sudah tahu jawabannya, bukan? Seseorang tidak boleh bertemu dengan dirinya di waktu yang berbeda karena akan merusak kestabilan aliran waktu. bahkan, sebenarnya dengan menulis surat kepadamu, sesuatu yang tak kuinginkan mungkin akan terjadi. Kita mungkin tidak akan bertemu. Namun tak apa, aku hanya ingin kau bahagia dengan dirimu, dengan mimpi-mimpi yang ingin kau capai dan yang telah kau capai. Bila perlu, berusahalah lebih keras agar lebih baik dari diriku saat itu.

Aku tahu aku tidak dapat berjanji untuk menunggumu di sini, karena kau mungkin dapat, dan aku harap kau akan melakukan lebih daripada apa yang aku capai. Dan apabila saat itu tiba, aku punya kabar baik dan kabar yang lebih baik untukmu. Kabar baiknya, kau tak akan bertemu denganku. Kau akan tetap menemukan masa depan yang aku ceritakan, tanpa diriku. Tapi jangan pernah khawatir untukku. Dan kabar yang lebih baik lagi adalah, kau akan menemukan seseorang yang lebih baik daripada diriku, seseorang yang akan membuatmu lebih bahagia dan bangga saat kau bertemu dengannya daripada diriku; Dirimu di masa depan 30 tahun kemudian yang lebih baik.

Maka dari itu, berusahalah, berjuanglah, teruslah menjadi yang lebih baik, lebih dari diriku. Dan kau tak perlu ragu ataupun khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan diriku saat waktunya tiba nanti. Aku selalu berharap kita kan bertemu kemudian hari 30 tahun lagi, namun aku akan lebih bahagia bila kau menjadi orang yang lebih baik dariku. Temuilah dia jika kau bisa. Jadilah dia bila kau mampu. Semuanya ada di tanganmu. Ku harap, kau dapat memahami maksudku, kawan. Sampai jumpa, atau mungkin tidak…

Dirimu 30 tahun kemudian

Diambil dari note Facebook teman saya, Mamor Adi Pradhana

Artikel yang dicari:

Comments (5) Trackbacks (0)
  1. kirain postingan nulis sendiri ya :o

    [Reply]

  2. yup, akan lebih ok kalo nulis sendiri.. hehhehee

    [Reply]

  3. hualah… duowo buanget muayarno kuopas tuntas huhuhuhu…..

    [Reply]

  4. waduh panjang banget euyy :D artikel.x

    [Reply]

  5. ayo dolan2 maneh je…

    btw, iki ngiklan oleh gak?

    monggo sedoyo mawon
    kunjungi blog saya… snsday.blogspot.com

    [Reply]


Leave a comment

(required)

No trackbacks yet.