Who’s Bad?

Who’s Bad?
“What?” Olvia bergidik, “Serius—“
“Psssttt!” setengah teriakannya kuhentikan cepat. “Jangan keras-keras napa, Vi! Ntar Caesar denger…”
Olvia mengangguk girang, dia berbisik lagi, “Thanks ya, Na!”
“Nevermind,” jawabku.
Berikutnya dia langsung keluar kelas dan menggandeng tangan pacar kesayangannya itu. Caesar Dieardhana.
“Woi pulang sana…,” seseorang menepuk bahuku dari belakang.
Aku menoleh ke kiri, tapi ternyata dia ada di sebelah kananku. Eh, [...]

-->